Untuk siapa pun yang berjualan dengan sistem pre-order

Buka pesanan Senin
Tutup Rabu
Serahkan Sabtu

Satu PO biasanya berarti puluhan chat WA, catatan tercecer di Notes/Spreadsheet, dan daftar pelanggan yang tak pernah sempat dikumpulkan. Dengan OpenPO, pesanan masuk sendiri lewat satu link, bukti bayar diunggah pembeli di pesanannya, daftar pelanggan tersusun sendiri, dan pembeli otomatis dikabari lewat email tiap statusnya berubah — jadi tak ada lagi “kak, pesanan saya gimana?”

Apa itu open PO Anda membuka pesanan untuk satu periode, menyiapkan barangnya setelah pesanan terkumpul, lalu menyerahkannya di hari yang sudah dijanjikan — diambil sendiri ke tempat Anda, diantar, atau janjian COD. Anda hanya membuat sebanyak yang benar-benar dipesan, jadi tidak ada stok mengendap dan tidak ada modal tertahan. Repotnya cuma satu: mengurus daftarnya. Bagian itulah yang dikerjakan OpenPO.

Bisa dipakai untuk

  • Frozen food & katering
  • Kue kering & hampers
  • Kaos & merchandise komunitas
  • Oleh-oleh luar kota & jastip
  • Kopi & produk roasting
  • Tanaman hias
  • Buku & barang cetak terbatas
  • Kerajinan buatan tangan
  • Dan lainnya yang memakai sistem pre-order

Satu PO, dari buka sampai selesai

Beginilah satu PO berjalan.

Lima titik. Warnanya menandakan siapa yang bergerak, supaya jelas bagian mana yang tetap jadi urusan Anda dan bagian mana yang tidak lagi.

AndaPembeliOpenPO
  1. Senin 08.00

    Anda yang bergerak

    Anda buka PO

    Tulis apa yang dijual, pilihan variannya, harga, dan berapa banyak yang sanggup Anda siapkan. Tentukan kapan pesanan ditutup, cara bayar yang Anda terima, dan cara barang sampai ke pembeli.

    Kepiting soka · 500 grRp 85.000 · kuota 40
    Udang vaname · size 30Rp 72.000 · kuota 25
    Bakso tuna · 250 grRp 45.000 · kuota 60
    Tutup otomatisRabu, 22.00
  2. Senin–Rabu

    Pembeli yang bergerak

    Pembeli pesan lewat link Anda

    Anda cukup membagikan satu link: di bio Instagram, di grup WhatsApp, di mana saja. Pembeli memilih sendiri, mengisi datanya sendiri, dan tidak perlu membuat akun. Kuota berkurang otomatis setiap ada yang memesan.

    Pak Ahmad · 2 box kepiting sokaRp 170.000
    Bang Umar · 1 kg udang vanameRp 144.000
    Sisa kuota kepiting soka6 dari 40
  3. Rabu 22.00

    OpenPO yang bergerak

    PO menutup sendiri

    Anda tidak perlu mengingat jamnya. Setelah tertutup, rekap per varian sudah siap dibaca: persis berapa banyak yang harus dibeli, dibuat, atau dipesan ke pemasok.

    Pesanan terkumpul34
    Kepiting soka52 box
    Udang vaname18 kg
    Bakso tuna41 pack
  4. Kamis

    Anda yang bergerak

    Anda cek pembayaran

    Bukti transfer masuk ke halaman pesanannya masing-masing, jadi tidak tercecer di chat. Anda tinggal melihat dan menyetujui. Transfer manual dan QRIS milik Anda sendiri tetap dicek begini; yang lunas sendiri tanpa Anda cek hanya Flash QRIS dan Midtrans.

    Pak AhmadBukti transfer ✓
    Bang UmarFlash QRIS — lunas sendiri
    Ummu AisyahBelum bayar
  5. Sabtu

    OpenPO yang bergerak

    Pembeli tahu status pesanan di link tracking

    Setiap kali status berubah, pembeli menerima emailnya sendiri. Isinya mengikuti cara yang ia pilih: yang mengambil sendiri diberi alamat dan tanggal ambil, yang dikirim diberi nomor resi bila ada. Setiap pesanan juga punya link tracking sendiri yang menampilkan status terbarunya, jadi tidak ada lagi chat “sudah bisa diambil belum ya?”.

    Email “siap diambil”+ alamat & jadwal
    Email “sudah dikirim”+ no. resi
    Link tracking pembeliAktif

Yang berubah

Pekerjaannya tetap ada, namun bukan lagi pekerjaan Anda.

Form + spreadsheet + WhatsApp

  • Bikin form baru tiap batchSimpan linknya, bagikan ulang, dan berharap tidak ada yang salah buka.
  • Salin pesanan ke spreadsheetSatu tab pesanan, satu tab pembayaran, satu tab pengiriman. Manual semua.
  • Stok dihitung di kepalaKelebihan pesanan baru ketahuan setelah terlanjur diterima.
  • Balas satu per satu“Sudah dikirim belum?” lima puluh kali, ke lima puluh orang.
  • Tidak tahu siapa pelanggan lamaNama yang sama muncul tiap batch, tanpa catatan di mana pun.

Dengan OpenPO

  • Satu link, selamanyaLink Anda tidak berubah. PO baru langsung muncul di sana.
  • Daftar pesanan terisi sendiriPesanan, pembayaran, dan pengiriman dalam satu halaman.
  • Kuota berhenti di angka AndaHabis berarti habis. Pembeli melihatnya sebelum memesan.
  • Kabar terkirim sendiriEmail otomatis saat status berubah, plus pesan WhatsApp siap kirim.
  • Pelanggan tercatat sendiriDikenali dari nomor HP, lengkap dengan daftar pesanan lamanya.

Yang ikut di dalam

Sudah termasuk, tanpa tambahan biaya.

Semuanya aktif sejak hari pertama. Tidak ada paket, tidak ada fitur yang dikunci.

Lihat semua fitur dan detailnya

Cocok untuk siapa

Dibuat untuk usaha kecil, bukan gudang besar.

Buka saat sempat

Jualan sambilan dari rumah

Kue lebaran, frozen food, sambal botolan, kerajinan tangan. Buka PO saat ada waktu, tutup begitu kuota penuh. Tidak ada jadwal yang harus dikejar dan tidak ada target yang harus dipenuhi.

Berulang tiap periode

Merek sendiri, produksi per batch

Kopi roasting, apparel, skincare lokal, produk cetak. Pelanggan yang kembali dan laporan yang perlu rapi.

Mengumpulkan banyak orang

Titip beli & pesanan komunitas

Oleh-oleh luar kota, jastip, merchandise angkatan. Satu link menggantikan daftar panjang di grup chat.

Angka hari ini

Masih kecil, dan kami tidak menutupinya.

OpenPO masih beta. Ini jumlah sebenarnya per hari ini, dibaca langsung dari basis data, bukan angka contoh.

7

Penjual aktif

37

Total PO

5

PO buka sekarang

1.208

Pesanan tercatat

5.253

Item terjual

605

Pembeli

Mulai PO pertama

Buka PO pertama Anda hari ini.

Cukup email dan password. Satu email verifikasi, lalu link Anda siap menerima pesanan dalam beberapa menit.